Kamis, 15 Februari 2018

kesamaan pemikiran

PEMIKIRAN

                Pernahkah kamu merasa sepemikiran dengan teman dekat kamu? Bahkan saat merespon sesuatu, kamu dan teman sering melakukan hal yang sama. Kalau kamu merasakan hal tersebut, maka kamu tidak sendiri. Hampir semua orang mengalami hal yang sama. Namun, mengapa kita sepemikiran dengan teman?
                Sama penasarannya dengan kamu, para peneliti dari University of California menyelidiki fenomena ini. Carolyn Parkinson dan koleganya kemudian menemukan bahwa teman dekat mempunyai pola aktivitas otak spontan yang mirip seerti diberi rangsangan. ``Respon saraf terhadap rangsangan seperti video dapat memberi kita jendela kedalam proses pemikiran spontan dan tidak terbatas yang berkembang.`` ungkap Parkinson dikutip dari Live Science, Rabu <31januari2O18>.
                ``Hasil kami menunjukkan bahwa teman memproses dunia disekitar mereka dengan cara yang sangat mirip,`` sambung Parkinson yang juga merupakan asisten profesor psikologi di University of California, Los Angeles itu. Untuk mendapatkan temuannya itu, Parkinson dan koleganya merekrut 279 siswa pascasarjana. Para peserta kemudian diminta untuk melalukan survei online mengenai ikatan sosial mereka satu sama lain.
                Setiap siswa diberi daftar siswa lain dan diminta untuk menunjukkan teman sekelas mana yang berteman dengan mereka diluar kelas. Hasil survei ini memungkinkan para peneliti untuk memetakan jaringan sosial dikelas pascasarjana tersebut. Dengan kata lain, para peneliti bisa mengetahui manakah yang berteman.

                Selanjutnya, 42 siswa direkrut untuk memgikuti eksperimen dengan menggunakan functional MRI <fMRI>. Para peneliti  memnatau aktivitas otak para peserta saat menonton 14 video berdurasi 9O detik hingga 5 menit yang tidak biasa. Video tersebut mewakili spentrum genre dan emosi, termasuk adegan pertandingan sepak bola, pandangan astronot tentang bumi, pertunjukkan politik Crossfire dan sebuah film dokumentar tentang bayi kukang.
                Ketika para peneliti membandingkan aktivitas otak para peserta, mereka menemukan bahwa teman dekat menunjukkan reaksi yang sangat mirip di daearh otak yang terkait dengan emosi, perhatian dan penalaran tingkat tinggi. Bahakn ketika peneliti membandingkan hasilnya pada beberapa faktor kesamaan lain, seperti usia, gender, dan etnis pertemana terbukti merupakan indikator untuk menunjukkan aktivitas saraf yang mirip. Selaim itu, tim juga menemukan bahwa perbedaan tanggapan fMRI  dapat digunakan untuk memprediksi seberapa jarak sosial antara dua peserta.

                ``Kita adalah spesies sosial dan hidup kita bisa terhubung dengan orang lain,`` tulis Thalia Wheatly, penulis senior penelitian ini. ``kalau ingin memahami bagaimana otak manusia bekerja dalam kombinasi, bagaimana pikiran terbentuk satu sama lain,`` imbuh profesor psikologi dan ilmu otak di Dartmouth, Amerika Serikat ini.

9 komentar:

Hal yang harus kita lakukan setelah menerima soal? Guys, disini aku mau berbagi sedikit hal. Apa sih yang harus kita lakukan setelah mene...